Home » » Artikel Ciri Ciri Penyakit Epilepsi

Artikel Ciri Ciri Penyakit Epilepsi

Penyakit Epilepsi yaitu satu masalah pada sistem syaraf otak manusia dikarenakan berlangsungnya kegiatan yang berlebihan dari sekelompok sel neuron pada otak hingga mengakibatkan beragam reaksi pada tubuh manusia muai dari bengong sesaat, kesemutan, masalah kesadaran, kejang-kejang serta atau kontraksi otot. Epilepsi atau yang kerap kita sebut ayan atau sawan tidak dikarenakan atau dipicu oleh bakteri atau virus serta tanda-tanda epilepsi bisa diredam dengan bantuan-bantuan orang-orang yang ada di sekitar pasien.

Penyakit Epilepsi adalah penyakit yang bisa berlangsung pada siapa saja meskipun dari garis keturunan tak ada yang dulu alami epilepsi. Penyakit Epilepsi atau Ayan yaitu penyakit yang beresiko dikarenakan setiap saat dapat menyerang kita. Apabila telah terkena penyakit epilepsi ini, mesti waspada dikarenakan di mana saja penyakit epilepsi ini dapat kambuh serta apabila tak ada orang yang membantu maka dapat menyebabkan fatal untuk penderitanya. Penyakit ayan atau sawan ( epilepsi ) tetap belum diketahui dengan jelas pemicu tentunya. Tapi untuk ciri cirinya ada di bawah ini :

Ciri Ciri Penyakit Epilepsi Terbagi Jadi 2 Yakni :

1. Kejang Umum, ditandai oleh empat fase yakni :
  • Fase Aura. Seseorang alami beragam sensasi sebelum saat perihal kejang kronik. Sensasi ini adalah sinyal akan tibanya kejang, sensasi barangkali adalah penciuman, pusing, sinar, rasa spesifik, baal atau getaran pada tangan. Itu sisi awal dari kejang epilepsi.
  • Fase Tonik. Ditandai oleh hilangnya kesadaran, jeritan ( nada bernada tinggi dikarenakan lewatnya hawa melewati laring yang menutup dibarengi kontraksi optimal otot-otot dada serta perut ), tubuh kaku dikarenakan kontraksi tiba-tiba dari semua otot volunteer ( tangan fleksi, kaki ekstensi serta gigi rapat ).
  • Fase Klonik. Ditandai oleh gerakan-gerakan kejang agitasi semua tubuh dikarenakan perubahan relaksasi serta kontraksi yang cepat dari semua otot volunteer. Pernapasan terhenti serta berlangsung sianosis. Barangkali dibarengi mulut berbusa dikarenakan banyaknya saliva yang barangkali berwarna merah apabila berlangsung pendarahan dikarenakan tergigitnya lidah.
  • Fase Pemulihan / Postiktal. Ditandai oleh terhentinya gerakan-gerakan kejang, individu tidak sadar. Kesadaran serta seluruh gerakan volunteer perlahan kembali. Kebingungan, agitasi serta sensitif rangsang barangkali nampak, individu dapat jadi capek. Barangkali alami inkontinensia urine, individu jua lupa dapat kejang yang dihadapinya.
2. Kejang Fokal atau Parsial ditandai oleh 2 fokal yakni :
  • Kejang Fokal Simpel ditandai dengan kejang di bagian tubuh spesifik adalah area di mana konduksi neural abnormal berlangsung goncangan pada satu segi muka meluas pada otot-otot tubuh pada segi yangt sama. Tanda-tanda somatosensori dapat berlangsung contohnya kesemutan, rasa logam, halusinasi visual ; tanda-tanda otonom juga bisa berlangsung layaknya mual, berkeringat, individu tidak alami kehilangan kesadaran.
  • Kejang Fokal Kompleks ditandai oleh ada kehilangan kesadaran, dibarengi perilaku kacau layaknya lip smaking, menarik-narik baju, atau tunjukkan jari. Lantas kacau mental serta sensitif rangsang berlangsung lantas, kejang parsial bisa berkembang jadi kejang umum. Dengan kejang pertama, seseorang dirawat serta alami kontrol diagnostic lengkap untuk memastikan pemicu kejang.
Demikianlah tentang ciri penyakit epilepsi serta juga pengertian epilepsi. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

 
Alamat : Jl.Raya Labuan KM. 24 Pasireurih, Cisata, Pandeglang - Banten 42273
Email : id.mooel@gmail.com - Phone : 087881447318
Sosial Media : Facebook, Twitter, Instagram
Copyright © 2011. Kang Mooel - All Rights Reserved